| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 7 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
13 Februari 2026 10:11:07 98 Kali
Program Kerja KKN: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Mahasiswa KKN-PPM 78 ITERA Dorong Pertanian Ramah Lingkungan melalui Inovasi Pupuk Organik Cair (POC)
11 Februari 2026
KategoriLampung Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM-78 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan program kerja bertajuk “Inovasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan” di Desa Gunung Timbul, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Gunung Timbul. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, serta tambahan bahan fermentasi seperti gula merah dan EM4.
Pupuk Organik Cair (POC) dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami, memperbaiki struktur tanah, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Selain itu, biaya pembuatannya relatif murah dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat secara mandiri.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan dan dampak penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat dan kelompok tani melakukan praktik langsung pembuatan POC, mulai dari proses pencacahan bahan organik, pencampuran larutan fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang benar.
Ketua Kelompok KKN-PPM 78 ITERA menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan di Desa Gunung Timbul.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat karena dinilai memberikan solusi yang praktis, ekonomis, serta memanfaatkan potensi limbah organik yang sebelumnya belum dikelola secara optimal.
“Melalui program kerja ini, kami berharap masyarakat Desa Gunung Timbul dapat terus mengembangkan inovasi Pupuk Organik Cair secara mandiri sehingga tercipta pertanian yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya. (Rls)
Pada artikel ini
Untuk artikel ini